Asal Usul Sistem Pertukaran Mata Uang

Mentari Mulia Berjangka. Asal Usul Sistem Pertukaran Mata Uang. Sebenarnya dari dari manakah sistem pertukaran mata uang itu dimulai? Dan mengapa saat ini menjadi salah satu perdagangan yang menjanjikan keuntungan yang tak terbatas? Untuk menjelaskannya mari kita coba buka sejarah ekonomi dunia. Pada jaman dahulu, masyarakat melakukan perdagangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sistem barter. Seiring dengan perkembangnya peradaban sistem barter ini dirasa tidak efektif karena mempunyai banyak kelemahan yang berhubungan dengan standar pertukaran yang tidak sama atas nilai barang, akhirnya diganti dengan menggunakan uang sebagai alat pertukaran dan pembayaran. Sistem pembayaran dengan menggunakan uang juga mempunyai kelemahan untuk bertransaksi dengan suatu negara yang memiliki jenis mata uang yang berbeda.

Perubahan cukup besar terjadi sekitar tahun 1880 – pecahnya Perang Dunia I pola keuangan di banyak negara mengacu pada standar emas, artinya emas murni digunakan sebagai standar nilai tukar (uang) pada suatu negara. Hal ini dimungkinkan karena semakin sering dan kompleknya perdagangan antar negara yang mensyaratkan penyesuaian nilai tukar dari masing-masing negara. Defisit neraca pembayaran akan ditutup dengan transfer emas, hingga mengakibatkan money supply menurun dan harga di luar negeri seakan naik, sehingga hal ini akan meningkatkan ekspor sampai defisit hilang, demikian sebaliknya. Dengan demikian, nilai mata uang relatif stabil.

Ketika terjadi PD I, standarisasi emas menjadi tidak efektif untuk melakukan koreksi terhadap neraca pembayaran dan tidak digunakan lagi. Hal ini disebabkan karena kondisi moneter suatu negara juga sangat dipengaruhi faktor-faktor seperti kondisi politik, keamanan, sosial dan ekonomi yang sangat fluktuatif pada saat perang. Tumbuhnya serikat-serikat perdagangan dan perusahaan-perusahaan besar, adanya jaminan upah dan harga sehingga tidak mudah menurunkan kecenderungan tersebut, yang berdampak berkurangnya lapangan pekerjaan.

Pada tanggal 22 Juli 1944, diadakan konferensi Moneter Internasional “The Bretton Woods Conference“ atas prakarsa dari Amerika Serikat yang dihadiri 44 negara. Dalam konferensi tersebut, diciptakan suatu sistem pertukaran mata uang tetap yang disebut dengan “Fixed Exchange Rate System“, yang mempunyai beberapa persamaan dengan standar emas, di mana memuat ketentuan:

  1. Tiap negara menetapkan nilai tukarnya terhadap mata uang USD;
  2. Amerika menetapkan nilai USD terhadap emas (USD 35/ounce);
  3. Amerika akan menjual emas dengan harga tetap kepada pemegang resmi dari mata uang USD;
  4. Perubahan nilai tukar mata uang terhadap USD tidak boleh melebihi 1%, bila terpaksa bisa sampai max 10%.

Sejak saat itu negara-negara di dunia serta Amerika mulai tumbuh dengan pesat dan dua tahun setelah konferensi tersebut, didirikan lembaga moneter internasional & Bank Dunia yang kita kenal saat ini dengan IMF (International Monetary Fund) dan World Bank, untuk mengawasi system tersebut.

Akan tetapi sistem Bretton Wood hanya mampu bertahan kurang lebih 30 tahun, pada tanggal 15 Agustus 1971, Presiden Nixon mengumumkan perubahan system nilai tukar untuk USD dengan membiarkan nilai tukarnya mengambang (Floating Exchange Rate System), mengikuti pemintaan dan penawaran pasar. Hal ini ditegaskan oleh Presiden Nixon dalam konferensi Smithsonian pada tanggal 17-18 Desember 1971. Berawal dari sinilah lahirnya nilai kurs yang mengambang dan berlaku sampai dengan sekarang. Hal ini kemudian diikuti oleh banyak negara seperti diantaranya Jerman, Belanda, Inggris dan Jepang.

Pasar FOREX adalah sistem desentralisasi mengkonsolidasikan semua peserta dengan berbagai sambungan berarti. Dengan pengembangan sumber daya telekomunikasi canggih terpisah dari telepon tradisional juga berurusan berurusan muncul sistem elektronik. (Sistem menangani elektronik pertama dikembangkan oleh Perusahaan  Reuters tahun 1981). Saat ini, ada berbagai macam sistem perdagangan menggunakan tidak hanya saluran informasi satelit yang dibantu, tetapi juga Internet berarti. Peserta yang hadir dalam pasar FOREX dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Central bank:

– FED – Sistem Federal Reserve Amerika Serikat;

– ECB – Bank Sentral Eropa;

– BoE – Bank of England, bank tertua di dunia (“Old Lady“);

– BoJ – Bank of Japan;

– BB – Deutsche Bundesbank Jerman;

– BOF – Bank Perancis;

– Dewan Komisaris – Bank of Canada dll

Commercial bank:

Market-makers bank (bank, yang “membuat” pasar) pengaturan harga dibuat dengan mengacu pada kutipan mereka) secara aktif terlibat dengan pasar tidak hanya tentang permintaan klien, juga mencapai strategi sendiri.

Market-users bank (bank menggunakan harga pasar) pada dasarnya spesialisasi dalam bekerja pada permintaan klien.

Terbesar di antara mereka adalah: Citigroup (AS), HSBC (Inggris), Deutsche Bank (Jerman), CSFB (Swiss), Bank of Tokyo-Mitsubishi (Jepang), Barclays Capital (Inggris), ABN Amro Bank (Belanda), Bank of America (USA), RBC Dominion Securities (Kanada), Morgan Stanley (Amerika Serikat).

Bursa:

– NZХ – Selandia Baru Bursa Efek;

– ASX – Bursa Efek Australia;

– TSE – Bursa Saham Tokyo;

– HKE – Bursa Efek Hong Kong;

– SES – Bursa Efek Singapura;

– DBG – Bursa Frankfurt (GROUP DEUTSCHE Börse);

– TLSE – Bursa Efek Luxemburg;

– SWX – Bursa Efek Swiss;

– PSE – Bursa Efek Paris;

– LSE – Bursa Saham London;

– NYSE – Bursa Efek New York;

– CHX – Chicago Bursa Efek;

– PCX – Pasifik Exchange Lembaga keuangan.

Konsultasi organisasi yang berbeda, reksadana dan lindung nilai perusahaan. Trans-nasional perusahaan: XEROX, IBM, dll CrowCork Non-institusional investor: trust amal dan co-partnerships. Broker/Menangani layanan – perusahaan, melaksanakan mediasi diperdagangkan pada biaya sendiri dan atas nama sendiri, basis klien kebanyakan terdiri dari investor swasta.