Bursa Asia Tertekan, Dolar Lepas Dari Level Tertinggi

Saham Asia melanjutkan pelemahan pada Kamis setelah pendapatan mengecewakan dari raksasa teknologi Apple membebani Wall Street, sementara dolar masih berkutat di level tertinggi hampir sembilan bulan minggu ini.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9% dalam perdagangan sore waktu AS.

Menambah sentiment yang tidak banyak berubah, data menunjukkan pertumbuhan laba di perusahaan industri Cina melambat bulan lalu dari laju bulan sebelumnya karena beberapa sektor menunjukkan aktivitas yang lemah, menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia tetap kurang bertenaga.

“Meskipun keuntungan industri telah kembali ke jalur pertumbuhan yang lebih stabil, faktor tak baik masih ada,” ujar He Ping, seorang pejabat Biro Statistik Nasional (NBS )Cina dalam catatan yang menyertai data, mencatat permintaan pasar yang lemah baik dari dalam maupun luar negeri, dan cepatnya kenaikan piutang yang membebani arus kas perusahaan.

Indeks Hang Seng turun 1,2%, sedangkan Indeks China Enterprises turun 1,6%.

Selain Apple, hasil dan prakiraan dari beberapa perusahaan besar AS lainnya juga membebani Wall Street semalam. Baik S&P 500 dan Nasdaq Composite tergelincir, meskipun kinerja kuat oleh Boeing mengangkat Dow Jones.

Indeks saham Nikkei di Tokyo merosot 0,5%, meskipun pelemahan yen mendukung saham.

Nanti pada hari Kamis, pelaku pasar akan mengurai data terbaru dari AS pada durable goods order, klaim pengangguran dan penjualan rumah yang tertunda.

Dolar turun tipis 0,1% menjadi 104,41 yen, bergerak menjauh dari tertinggi minggu ini di 104,87 yen yang disentuh pada Selasa, level tertinggi sejak akhir Juli.

Euro bergerak turun sedikit ke $1,0901, sementara indeks dolar berada di 98,675, dalam jarak dari tertinggi hampir sembilan bulan yang diciptakan pada Selasa di 99,119.

Ekspektasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun oleh Federal Reserve tetap utuh, dan telah mendukung greenback. Dalam beberapa pekan terakhir, pelaku pasar telah memfaktorkan di lebih dari 70% kesempatan bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada Desember, sesuai dengan program FedWatch CME Group.

Angka pertumbuhan ekonomi AS dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat diman bisa memperkuat atau melemahkan harapan kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Minyak mentah berjangka mengecilkan kerugian setelah ditutup turun lebih dari 1% pada Rabu bahkan setelah penurunan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS, seiring pelaku pasar tetap berhati-hati dimana OPEC akan memangkas produksi diakhir November.

Minyak mentah AS naik tipis 0,1% menjadi $49,23 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,1% menjadi $50,05. Spot emas hampir datar di $1,267.81 per ounce.