FOREX Market Analysis

Safe Haven Masih Muncul, Emas Berkutat Dekat Tertinggi 1½ Minggu

(MentariMulia) – Emas berada di level tertinggi selama 1 minggu pada hari Kamis di Asia, daya tarik safe-haven tampaknya tetap ada di tengah kehati-hatian investor dalam pemulihan ekuitas dan harga minyak bisa berlalu dengan cepat.

Bullion telah mendapatkan manfaat dari sentimen pengalihan risiko yang telah menyeret ekuitas dan minyak ke posisi terendah selama multi tahun dan mendorong investor untuk melirik aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman.

Saham Asia dan harga minyak mentah kembali melemah pada hari Kamis tapi sentimen masih rapuh.

Spot emas sedikit berubah pada harga $1,102.05 per ons pukul 12.39WIB. Menyentuh di harga $1,109.20 pada hari Rabu, yang merupakan tertinggi sejak 8 Januari.

Spot emas berada pada kisaran harga $ 1,100 dibawah level resistance yang pertama pada harga $ 1,111.00, ini bisa terjadi dikarenakan investor yang melirik emas sebagai asset safe haven ditengah kecemasan dalam pemulihan ekuitas dan juga harga minyak yang sewaktu-waktu dapat berlalu dengan cepat. Jika emas berhasil melewati level resistance yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $ 1,121.30.

Saat ini emas berada diatas level support yang pertama pada harga $ 1,088.90, jika emas melemah dan berhasil melewati level support yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $ 1,077.10.

Tapi harapan dari kenaikan suku bunga AS pada Maret berkurang setelah harga konsumen secara tak terduga turun pada bulan Desember, menawarkan tanda-tanda inflasi yang lemah.

BMI Research, bagian dari lembaga Fitch, juga mengharapkan emas jatuh di bawah $1.000 seiring tambahan kenaikan suku bunga AS dan ekonomi AS yang cukup kuat.

Emas Gerak Naik Seiring Penurunan Saham Asia, Minyak Mundur Lebih Jauh

(MentariMulia) – Emas bergerak menuju level yang lebih tinggi pada Rabu siang, seiring penurunan kembali terjadi dalam ekuitas dan minyak yang membuat safe-haven bullion terdongkrak, meskipun permintaan fisik terus menurun dari Asia di bawah level puncak bulan ini.

Kontrak bulan terdepan minyak mentah berjangka AS turun ke level terendah selama intra-hari $27,92 per barel pada hari sebelumnya, yang terendah sejak September 2003, menggarisbawahi kekhawatiran tentang ekonomi global. Saham Asia juga tergelincir.

International Monetary Fund memangkas proyeksi pertumbuhan global untuk ketiga kalinya dalam waktu kurang dari setahun setelah perekonomian China tumbuh pada tingkat yang paling lambat dalam seperempat abad pada 2015.

Spot emas naik sebesar 0,4% pada $1,091.85 per ons pukul 13.13WIB.

Spot emas berada pada kisaran harga $1,093 berada didekat level resistance yang pertama pada harga $1,093.83 apabila emas berhasil menembus level resistance yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $ 1,099.97. Dengan menurunnya ekuitas, memberikan dukungan terhadap emas jika emas bisa memanfaatkan momentum tersebut maka emas dapat terus menguat.

Tetapi dengan Federal Reserve yang diharapkan untuk kembali meningkatkan suku bunga AS pada tahun ini, hal itu akan memberikan tekanan pada emas dilain pihak akan memberikan dukungan pada dolar. Saat ini spot emas berada diatas level support yang pertama pada harga $ 1,081.73, jika emas dapat menembus level support yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus mendekati level support yang kedua pada harga $ 1,076.17.

Emas AS untuk pengiriman Februari naik sebanyak 0,2% pada $ 1,091.10 per ons.

Emas Jatuh Beruntun 4 Hari, Pemulihan Pasar Saham Kurangi Permintaan Safe Haven

(MentariMulia) – Emas melemah pada Rabu, seiring rebound di pasar saham mengurangi beberapa safe haven logam mulia dengan tekanan tambahan dari penguatan greenback.

Saham Asia naik dari posisi terendah selama empat tahun seiring upaya China untuk menstabilkan mata uangnya saat pasar ekuitas dalam keadaan yang tenang, bahkan minyak menandai tonggak sejarah baru dengan berada di bawah $30 per barel.

Sebuah rebound yang terlambat pada saham energi dan biotek membantu mendorong S&P 500 mengalami kenaikan untuk hari kedua secara berturut-turut pada Selasa dan indeks FTSEurofirst 300 Pan-Eropa naik sebanyak 1,1% setelah selama empat sesi mengalami penurunan.

Spot emas turun sebesar 0,2% menjadi $1,085.20 per ons pukul 13.30WIB dan Emas berjangka AS melemah sebesar 0,2% menjadi $1,083.20.

Emas melemah dikisaran harga $1,083 berada didekat level support yang pertama dikarenakan adanya rebound dipasar saham dan mengurangi safe haven untuk emas. Apabila emas melewati level support yang pertama maka emas memiliki kesempatan untuk terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $1,073.87.

Tetapi emas memiliki kemungkinan untuk bergerak naik jika kembali terjadi kepanikan di pasar ekuitas dan melemahnya dollar. Saat ini emas berada dibawah level resistance yang pertama pada harga $1,095.73, jika emas berhasil melewati level resistance yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $1,105.27.

Rally logam kuning pada awal Januari untuk level tertinggi selama sembilan minggu telah kehabisan tenaga seiring ekspektasi mengenai kenaikan suku bunga AS lanjutan menurunkan permintaan untuk asset yang tidak membayar bunga, sementara meningkatkan dolar.

The Fed menaikkan suku bunga pada bulan Desember dan perhatian telah bergeser ke beberapa kenaikan yang akan mengikuti pada tahun 2016.

Dolar kokoh dikarenakan perburuan untuk mata uang safe haven seperti yen dan euro yang terhenti sementara setelah pihak China melakukan intervensi besar-besaran untuk membendung jatuhnya yuan.

Kepemilikan di ETF emas terbesar di dunia, SPDR New York, naik menjadi 2,1 ton pada hari Senin, data menunjukkan hal tersebut.

Cina telah meluncurkan perdagangan emas antar bank di awal tahun ini, salah satu dari upaya yang lebih luas untuk membuka pasar bullion negara dan meningkatkan investasi keuangan pada konsumen terbesar di dunia dari logam mulia ini.

Yen Menguat Terhadap Dolar, Euro Sebagai Ekuitas Global Kembali Merugi

(MentarIMulia) – Yen kokoh terhadap Dolar dan Euro pada hari Selasa, karena aksi jual yang terus berkelanjutan di ekuitas global menekan selera investor untuk risiko dan terus menjaga permintaan safe haven Yen.

Dolar tergelincir sebesar 0,1% menjadi 119,32 setelah kehilangan sebanyak 0,7% semalam, ketika menyelami level terendah selama 11 minggu dari 118,705. Euro turun sebesar 0,1% pada 129,23 setelah tenggelam ke level terendah selama delapan bulan pada harga 128,69 semalam.

Ekuitas global turun tajam pada Senin setelah slide sebesar 7% pada saham China yang dipicu oleh indikator ekonomi yang lemah menghidupkan kembali kekhawatiran atas pertumbuhan global. Sentimen risiko tetap rapuh, dengan indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun sebesar 0,3% pada Selasa pagi.

Yen juga diuntungkan terhadap dolar pasar saham China juga terus melemah dan membebani harapan yang berpusat pada Federal Reserve yang menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya setelah pengetatan pada bulan lalu yang pertama kalinya dalam hampir satu dekade.

Dolar Australia, yang mengambil ketukan terberat semalam karena statusnya sebagai proxy perdagangan Cina yang saling terkait, kerugian diperpanjang. Aussie turun sebesar 0,1% pada harga $ 0,7184 setelah tanking sebesar 1,3% pada Senin.

Dolar Selandia Baru juga melemah, turun sebesar 0,1% pada $ 0,6745 setelah jatuh semalam sebesar 1,1%.

Dolar Kanada bergetar karena harga minyak mentah mengurangi keuntungan sebelumnya dan jatuh pada hari Selasa, dengan kekhawatiran tentang China yang mengatasi rally sebelumnya didukung oleh ketegangan Timur Tengah.

Dolar sedikit berubah pada C$ 1,3884 setelah melonjak sebesar 0,9% terhadap loonie semalam.

Emas Lanjut Naik Atas Kemerosotan Saham dan Ketegangan Timur Tengah

(Mentarimulia) – Emas lanjutkan pergerakan naik pada Selasa siang setelah harga bergolak semalam, sebagai akibat dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kemerosotan pasar saham global yang memicu dorongan tawaran safe haven untuk logam.

Spot emas naik sebesar 0,3% menjadi $1,077.15 per ons pukul 12.29WIB. Pada hari Senin, emas melonjak sebanyak 2,2% ke level tertinggi selama empat minggu di harga $1,083.30, sebelum mengakhiri hari dengan meningkat sebesar 1,3%.

Spot emas saat ini berada pada kisaran harga $1,077 dan berada didekat level resistance yang pertama pada harga $1,084.50, jika emas berhasil bergerak naik dengan memanfaatkan momentum ditengah ketegangan politik yang terjadi di Timur Tengah maka emas memiliki kemungkinan untuk melewati level resistance yang pertama. Dan terus bergerak naik mendekati level resistance yang kedua pada harga $1,094.50.

Tetapi dengan meningkatnya suku bunga AS untuk yang pertama pada bulan Desember 2015, memberikan tekanan pada emas, disisi lain memberikan dukungan terhadap dolar. Saat ini emas berada diatas level support yang pertama pada harga $ 1,063.40, jika emas terus mendapatkan tekanan maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak melewati level support yang pertama dan kemungkinan akan terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $ 1,052.30.

Bullion, yang sering dilihat sebagai investasi alternatif selama masa ketidakpastian geopolitik dan ketidaktentuan keuangan, mendapat manfaat dari pergeseran resiko bersama dengan yen Jepang dan obligasi AS.

Eksekusi yang dilakukan oleh Arab Saudi terhadap ulama Muslim Syiah di akhir pekan telah memicu protes di kalangan Syiah di seluruh wilayah. Pemrotes Iran menyerbu kedutaan Saudi di Teheran, membakar dan menyebabkan kerusakan, mendorong Riyadh untuk memutuskan hubungan diplomatik. Arab Saudi juga mengatakan akan mengakhiri lalu lintas udara dan perdagangan dengan Teheran.

Kemerosotan sebesar 7% pada bursa saham Cina pada hari Senin dipicu oleh data ekonomi yang lemah kembali menghidupkan kekhawatiran atas pertumbuhan global pada hari pertama perdagangan tahun 2016, dan membuat saham Eropa dan AS terpukul keras.

Saham China dibuka 3% lebih rendah pada Selasa, tetapi terjadi rebound dan kemudian diperdagangkan sekitar 1% lebih tinggi.

Aksi safe haven cenderung berumur pendek dan emas bisa melihat fokus bergeser kembali ke kebijakan moneter AS dengan segera.

Emas turun sebesar 10% tahun lalu di tengah kekhawatiran tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi akan menurunkan permintaan untuk aset yang tidak membayar bunga, sementara meningkatkan dolar. Sebuah penguatan greenback membuat emas yang berdenominasi mata uang dolar menjadi lebih mahal untuk pemegang mata uang lainnya.

Sentimen investor masih bearish. Hedge fund dan manajer keuangan mendorong posisi short bersih mereka di COMEX Gold ke rekor baru pada minggu ke 29 Desember, data pemerintah AS menunjukkan hal tersebut pada hari Senin.

Emas Melonjak Ke Tertinggi 8½ Bulan Atas Outlook Suku Bunga AS

Emas naik lebih dari 1% menuju level tertinggi selama 8 1/2 bulan pada hari Kamis setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen menekankan bahwa suku bunga AS akan meningkat secara bertahap pada tahun ini.

The Fed tidak mungkin untuk membalikkan rencana mengenai meningkatkan suku bunga AS lebih lanjut tahun ini, tetapi dengan pasar kredit yang ketat, pasar keuangan stabil, dan juga ketidakpastian atas pertumbuhan ekonomi China telah menaikkan risiko terhadap ekonomi AS, Yellen mengatakan hal tersebut kepada anggota parlemen AS pada hari Rabu.

Kenaikan suku bunga yang lambat bisa membantu bullion, membuat biaya kesempatan menurun. Spot emas melonjak ke harga $ 1.213 per ons, yang tertinggi sejak 22 Mei sebelum mengurangi keuntungan perdagangan yang naik sebesar 0,9% pada harga $ 1,208.42 pukul 12.02WIB.

Spot emas saat ini berada pada kisaran harga $1,207, dimana emas telah berhasil melewati level resistance yang pertama pada harga $1,202.57. Dimana hal ini terjadi setelah Ketua The Fed Janet Yellen memberikan komentar bahwa suku bunga AS akan tetap meningkat secara bertahap tahun ini. Apabila kenaikan suku bunga AS melambat maka hal ini dapat memberikan dukungan terhadap bullion dan juga dengan meningkatnya safe haven hal ini juga dapat memberikan dukungan terhadap bullion. Jika emas terus menguat dan berhasil melewati level resistance yang kedua pada harga $1,208.13, maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang ketiga pada harga $1,218.67.

Tetapi dengan komentar Janet Yellen yang menekankan bahwa suku bunga AS akan tetap meningkat secara bertahap akan memberikan dukungan pada dollar dimana dilain pihak akan memberikan tekanan terhadap emas. Saat ini emas berada pada harga $1,207 diatas level support yang pertama pada harga $1,186.47, jika emas terus melemah maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak kebawah. Apabila emas berhasil melewati level support yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $1,175.93.

Bullion juga didukung oleh permintaan safe haven. Saham Asia tertatih pada hari Kamis seiring tanda Yellen untuk optimisme menyebabkan finish solid untuk Wall Street.

Komentarnya juga melukai dolar, yang jatuh ke titik terendah sejak Oktober terhadap sejumlah mata uang utama.

Emas Naik Ke Dekat Tertinggi 7½ Bulan Atas Permintaan Safe Haven

Emas naik untuk sesi kedelapan dari sembilan sesi pada Rabu, mendaki menuju level tertinggi selama 7 1/2 bulan seiring para investor mencari aset safe haven di tengah jatuhnya pasar saham dan kekhawatiran tentang ekonomi global.

Pasar ekuitas global telah dilanda kecemasan atas kesehatan sektor perbankan zona Eropa, dengan kebijakan moneter yang sangat longgar dilihat dari keuntungan bank yang membatasi dan akibatnya mempengaruhi kemampuan mereka untuk membayar utang.

Ini yang telah memicu rally di bullion, bersamaan dengan aset safe haven lainnya seperti obligasi pemerintah dan yen Jepang.

Spot emas naik sebesar 0,2% menjadi $1,190.71 per ons pukul 12.00 WIB, setelah mencapai level tertinggi yang terjadi pada satu hari sebelumnya pada harga $1,194.06. Emas meningkat ke level $1,200.60 pada hari Senin, tertinggi sejak 22 Juni 2015.

Spot emas saat ini berada pada kisaran harga $ 1,191, emas kembali menguat disebabkan oleh para investor yang mencari asset safe haven ditengah jatuhnya pasara saham dan juga ketidakstabilan di ekonomi global. Spot emas berada dibawah level resistance yang pertama pada harga $1,196.67, apabila emas berhasil memanfaatkan momentum yang ada maka emas memiliki kemungkinan untuk menguat dan jika level resistance yang pertama berhasil dilewati oleh emas maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $1,204.43.

Tetapi dengan Ketua The Fed Janet Yellen yang bersikukuh untuk kembali meningkatkan tingkat suku bunga AS lanjutan pada tahun ini, maka akan berdampak pada terbebaninya harga emas tetapi dilain pihak akan memberikan dukungan pada dolar. Spot emas saat ini berada diatas level support yang pertama pada harga $1,183.37, apabila emas mendapatkan tekanan dengan meningkatnya tingkat suku bunga AS maka emas memiliki kemungkinan untuk bergerak turun dan jika level support yang pertama berhasil dilewati oleh emas maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $1,177.83.

Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Kongres AS di hari Rabu juga diharapkan dapat mendukung harga.

Yellen akan mendukung kenaikan suku bunga pertama bank sentral AS dalam satu dekade dan mungkin bersikeras bahwa kenaikan selanjutnya pada tahun ini tetap pada jalurnya, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat.

Sebuah kecepatan yang lebih lambat dari kenaikan suku bunga bisa membantu bullion, yang merupakan asset yang tidak membayar bunga.

Untuk saat ini, pedagang akan mengambil isyarat dari ekuitas dan safe havens lainnya.

Saham Asia merosot pada Rabu di tengah kekhawatiran tentang kesehatan disektor perbankan global, khususnya di Eropa.

Harga emas rally, bagaimanapun, telah melukai permintaan dari pembeli emas fisik.

Harga emas di India tergelincir ke rekor diskon dikarenakan pedagang berjuang untuk menarik pembeli. Dealer yang menawarkan rekor diskon sampai $25 per ons dari patokan harga London.

Emas Naik Pasca 2 Hari Turun, Kecemasan Cina Beri Dukungan

(MentariMulia) – Emas bergerak menuju level yang lebih tinggi pada hari Selasa, mengakhiri dua sesi penurunan, seiring kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi China dan tekanan pada pasar saham kembali menghidupkan status safe haven logam mulia.

Saham Asia bergerak didekat posisi terendah selama empat tahun dan harga minyak melemah didekat posisi terendah selama 12 tahun dengan investor cemas atas apakah Beijing mungkin akan kehilangan kontrol ekonominya.

Spot emas menguat sebesar 0,2% menjadi $1,097.50 per ons pada pukul 12.21WIB, sementara emas berjangka AS sedikit berubah pada $1,096.1.

Dengan adanya kekhawatiran atas perekonomian Cina dan tekanan pada pasar saham ini memberikan sebuah dukungan terhadap emas. Spot emas saat ini berada pada kisaran harga $1,097 berada didekat level resistance yang pertama pada harga $ 1,103.77, jika emas berhasil melewati level resistance yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $ 1,113.53.

Dengan spot emas yang berada diatas level support yang pertama pada harga $1,088.87, jika emas terus mengalami tekanan maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level support yang pertama jika berhasil dilewati oleh emas. Emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $ 1,083.73.

Indeks saham utama Cina turun lebih dari 5% pada hari Senin. Harga minyak telah jatuh ke posisi terendah selama 12 tahun baru-baru ini, karena kekhawatiran atas China yang akan membebani harga komoditas secara luas.

Dari awal 2016, pasar telah diguncang oleh terjunnya saham China, jatuhnya yuan dan intervensi berat yang dilakukan oleh otoritas China.

China adalah konsumen emas terbesar didunia dengan konsumsi sekitar 1.000 ton per tahun.

Emas yang sering dianggap sebagai alternatif investasi selama masa ketidakpastian keuangan, meskipun aksi rally safe haven yang cenderung berumur pendek.

Keuntungan dalam harga emas kemungkinan akan dibatasi oleh kekhawatiran bahwa suku bunga AS yang lebih tinggi akan menurunkan permintaan untuk asset yang tidak membayar bunga, sementara meningkatkan dolar. The Fed menaikkan suku bunga pada bulan Desember dan perhatian telah bergeser ke berapa kenaikan yang akan terjadi pada tahun 2016.

Kepemilikan di ETF emas terbesar di dunia naik sebesar 0,69% pada Jumat, data menunjukkan.