FOREX Market News

Emas Datar Atas Penguatan Bursa Asia; Fed Dalam Fokus

(MentariMulia) Emas bergerak menuju level yang lebih rendah pada Selasa di tengah Bursa Asia yang menguat dan dolar AS yang stabil, dengan investor menunggu petunjuk lanjutan dari serangkaian pertemuan kebijakan bank sentral yang akan datang dan data ekonomi AS.

Dari berbagai pertemuan kebijakan bank sentral pada pekan ini, pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal AS pada hari Selasa dan Rabu akan diawasi dengan ketat oleh pasar untuk arahan pada waktu kenaikan suku bunga yang akan datang. Dan juga data non farm payrolls AS bulan Oktober pada hari Jumat.

Spot emas bergerak stabil di $1,279.6 per ons pada pukul 15.57WIB.

Saat ini spot emas berada pada kisaran harga $ 1,279 berada diatas level support yang pertama pada harga $1,272.37, emas saat ini berada pada tekanan dikarenakan saham Asia yang mengalami penguatan dan juga dolar AS yang stabil. Jika emas terus mengalami tekanan dan berhasil melewati level support yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $1,267.63.

Meskipun emas saat ini berada dibawah tekanan, spot emas berada didekat level resistance yang pertama pada harga $1,280.67. Jika Federal Reserve kembali menunda kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat maka emas akan mendapatkan dukungan dari hal tersebut dilainpihak dolar AS akan mendapatkan tekanan. Apabila emas terus mengalami peningkatan dan berhasil melewati level resistance yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $1,284.23.

Dengan kuatnya perkiraan pertumbuhan produksi pabrik di Cina membuat saham Asia menghapus kerugian awal pada hari Selasa, dengan indeks MSCI saham Asia Pasifik di luar Jepang naik sebesar 0,3%.

Dolar sedikit lebih tinggi pada Selasa karena hari-hari terakhir kampanye presiden AS diperdebatkan membayangi peristiwa pasar utama lainnya, karena investor menimbang keprihatinan terbaru tentang penyelidikan FBI atas Hillary Clinton pada server email pribadi.

Emas Stabil; Fokus Pada Permintaan Fisik dari India

Permintaan fisik menjelang musim festival di India membuat harga emas stabil pada hari Kamis di tengah dolar yang menguat, sementara pasar menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS.

Bullion diharapkan untuk menguat selama beberapa hari kedepan pada aktifitas pembelian yang dipicu oleh festival di India, konsumen emas terbesar kedua didunia. Emas secara tradisional diberikan sebagai hadiah selama festival seperti Dhanteras dan Diwali.

Spot emas mengalami penurunan sebesar 0,1% menjadi $1,265.74 per ons pada pukul 11.08 WIB.

Spot emas saat ini berada pada kisaran harga $1,267 dibawah level resistance yang pertama pada harga $ 1,273.83, emas mendapatkan dukungan setelah adanya aktifitas pembelian emas yang membuat emas stabil meskipun dolar menguat. Jika emas terus mengalami peningkatan dan berhasil melewati level resistance yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $ 1,280.87.

Tetapi emas masih memiliki kemungkinan untuk mengalami tekanan setelah Presiden Federal Reserve Chicago mengeluarkan pernyataan bahwa suku bunga akan mengalami peningkatan sebanyak tiga kali hingga akhir 2017. Jika hal ini terjadi maka emas akan mendapatkan tekanan dikarenakan emas sensitive terhadap suku bunga, dilain pihak dolar AS akan menguat. Jika emas terus mengalami tekanan dan berhasil melewati level support yang pertama pada harga $1,262.23, maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $1,257.67.

Emas berjangka AS mengalami sedikit perubahan pada harga $1,266.30 per ons.

SPDR Gold Trust, exchange-traded fund emas terbesar dunia, mengatakan kepemilikan sahamnya jatuh sebesar 1,49% menjadi 942,59 ton pada hari Rabu.

Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali hingga akhir 2017, Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan hal tersebut pada awal pekan, yang telah membuat dolar rally menuju level tertinggi selama sembilan bulan pada hari Senin.

Pasar akan melihat data poundsterling UK pada kuartal ketiga dan data dari AS di kemudian hari untuk petunjuk ekonomi terbaru.

Bursa Asia Tertekan, Dolar Lepas Dari Level Tertinggi

Saham Asia melanjutkan pelemahan pada Kamis setelah pendapatan mengecewakan dari raksasa teknologi Apple membebani Wall Street, sementara dolar masih berkutat di level tertinggi hampir sembilan bulan minggu ini.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9% dalam perdagangan sore waktu AS.

Menambah sentiment yang tidak banyak berubah, data menunjukkan pertumbuhan laba di perusahaan industri Cina melambat bulan lalu dari laju bulan sebelumnya karena beberapa sektor menunjukkan aktivitas yang lemah, menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia tetap kurang bertenaga.

“Meskipun keuntungan industri telah kembali ke jalur pertumbuhan yang lebih stabil, faktor tak baik masih ada,” ujar He Ping, seorang pejabat Biro Statistik Nasional (NBS )Cina dalam catatan yang menyertai data, mencatat permintaan pasar yang lemah baik dari dalam maupun luar negeri, dan cepatnya kenaikan piutang yang membebani arus kas perusahaan.

Indeks Hang Seng turun 1,2%, sedangkan Indeks China Enterprises turun 1,6%.

Selain Apple, hasil dan prakiraan dari beberapa perusahaan besar AS lainnya juga membebani Wall Street semalam. Baik S&P 500 dan Nasdaq Composite tergelincir, meskipun kinerja kuat oleh Boeing mengangkat Dow Jones.

Indeks saham Nikkei di Tokyo merosot 0,5%, meskipun pelemahan yen mendukung saham.

Nanti pada hari Kamis, pelaku pasar akan mengurai data terbaru dari AS pada durable goods order, klaim pengangguran dan penjualan rumah yang tertunda.

Dolar turun tipis 0,1% menjadi 104,41 yen, bergerak menjauh dari tertinggi minggu ini di 104,87 yen yang disentuh pada Selasa, level tertinggi sejak akhir Juli.

Euro bergerak turun sedikit ke $1,0901, sementara indeks dolar berada di 98,675, dalam jarak dari tertinggi hampir sembilan bulan yang diciptakan pada Selasa di 99,119.

Ekspektasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun oleh Federal Reserve tetap utuh, dan telah mendukung greenback. Dalam beberapa pekan terakhir, pelaku pasar telah memfaktorkan di lebih dari 70% kesempatan bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada Desember, sesuai dengan program FedWatch CME Group.

Angka pertumbuhan ekonomi AS dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat diman bisa memperkuat atau melemahkan harapan kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Minyak mentah berjangka mengecilkan kerugian setelah ditutup turun lebih dari 1% pada Rabu bahkan setelah penurunan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS, seiring pelaku pasar tetap berhati-hati dimana OPEC akan memangkas produksi diakhir November.

Minyak mentah AS naik tipis 0,1% menjadi $49,23 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,1% menjadi $50,05. Spot emas hampir datar di $1,267.81 per ounce.

Emas Stabil, Fokus Pada Permintaan Fisik dari India

Permintaan fisik menjelang musim festival di India membuat harga emas stabil pada hari Kamis di tengah dolar yang menguat, sementara pasar menunggu petunjuk lebih lanjut mengenai kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS.

Bullion diharapkan untuk menguat selama beberapa hari kedepan pada aktifitas pembelian yang dipicu oleh festival di India, konsumen emas terbesar kedua didunia. Emas secara tradisional diberikan sebagai hadiah selama festival seperti Dhanteras dan Diwali.

Spot emas mengalami penurunan sebesar 0,1% menjadi $1,265.74 per ons pada pukul 11.08 WIB.

Spot emas saat ini berada pada kisaran harga $1,267 dibawah level resistance yang pertama pada harga $ 1,273.83, emas mendapatkan dukungan setelah adanya aktifitas pembelian emas yang membuat emas stabil meskipun dolar menguat. Jika emas terus mengalami peningkatan dan berhasil melewati level resistance yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $ 1,280.87.

Tetapi emas masih memiliki kemungkinan untuk mengalami tekanan setelah Presiden Federal Reserve Chicago mengeluarkan pernyataan bahwa suku bunga akan mengalami peningkatan sebanyak tiga kali hingga akhir 2017. Jika hal ini terjadi maka emas akan mendapatkan tekanan dikarenakan emas sensitive terhadap suku bunga, dilain pihak dolar AS akan menguat. Jika emas terus mengalami tekanan dan berhasil melewati level support yang pertama pada harga $1,262.23, maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $1,257.67.

Emas berjangka AS mengalami sedikit perubahan pada harga $1,266.30 per ons.

SPDR Gold Trust, exchange-traded fund emas terbesar dunia, mengatakan kepemilikan sahamnya jatuh sebesar 1,49% menjadi 942,59 ton pada hari Rabu.

Federal Reserve diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali hingga akhir 2017, Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan hal tersebut pada awal pekan, yang telah membuat dolar rally menuju level tertinggi selama sembilan bulan pada hari Senin.

Pasar akan melihat data poundsterling UK pada kuartal ketiga dan data dari AS di kemudian hari untuk petunjuk ekonomi terbaru.

Bursa Asia Tertekan, Dolar Lepas Dari Level Tertinggi

Saham Asia melanjutkan pelemahan pada Kamis setelah pendapatan mengecewakan dari raksasa teknologi Apple membebani Wall Street, sementara dolar masih berkutat di level tertinggi hampir sembilan bulan minggu ini.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9% dalam perdagangan sore waktu AS.

Menambah sentiment yang tidak banyak berubah, data menunjukkan pertumbuhan laba di perusahaan industri Cina melambat bulan lalu dari laju bulan sebelumnya karena beberapa sektor menunjukkan aktivitas yang lemah, menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia tetap kurang bertenaga.

“Meskipun keuntungan industri telah kembali ke jalur pertumbuhan yang lebih stabil, faktor tak baik masih ada,” ujar He Ping, seorang pejabat Biro Statistik Nasional (NBS )Cina dalam catatan yang menyertai data, mencatat permintaan pasar yang lemah baik dari dalam maupun luar negeri, dan cepatnya kenaikan piutang yang membebani arus kas perusahaan.

Indeks Hang Seng turun 1,2%, sedangkan Indeks China Enterprises turun 1,6%.

Selain Apple, hasil dan prakiraan dari beberapa perusahaan besar AS lainnya juga membebani Wall Street semalam. Baik S&P 500 dan Nasdaq Composite tergelincir, meskipun kinerja kuat oleh Boeing mengangkat Dow Jones.

Indeks saham Nikkei di Tokyo merosot 0,5%, meskipun pelemahan yen mendukung saham.

Nanti pada hari Kamis, pelaku pasar akan mengurai data terbaru dari AS pada durable goods order, klaim pengangguran dan penjualan rumah yang tertunda.

Dolar turun tipis 0,1% menjadi 104,41 yen, bergerak menjauh dari tertinggi minggu ini di 104,87 yen yang disentuh pada Selasa, level tertinggi sejak akhir Juli.

Euro bergerak turun sedikit ke $1,0901, sementara indeks dolar berada di 98,675, dalam jarak dari tertinggi hampir sembilan bulan yang diciptakan pada Selasa di 99,119.

Ekspektasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun oleh Federal Reserve tetap utuh, dan telah mendukung greenback. Dalam beberapa pekan terakhir, pelaku pasar telah memfaktorkan di lebih dari 70% kesempatan bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga pada Desember, sesuai dengan program FedWatch CME Group.

Angka pertumbuhan ekonomi AS dijadwalkan akan dirilis pada hari Jumat diman bisa memperkuat atau melemahkan harapan kenaikan suku bunga oleh The Fed.

Minyak mentah berjangka mengecilkan kerugian setelah ditutup turun lebih dari 1% pada Rabu bahkan setelah penurunan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS, seiring pelaku pasar tetap berhati-hati dimana OPEC akan memangkas produksi diakhir November.

Minyak mentah AS naik tipis 0,1% menjadi $49,23 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0,1% menjadi $50,05. Spot emas hampir datar di $1,267.81 per ounce.

Dolar/Yen Bergerak Moderat Pasca Penguatan Wall Street

Yen melemah moderat terhadap mata uang rival selama perdagangan Asia pada Selasa, di tengah sentimen risiko yang lebih baik.

Greenback di 104,42 yen, sedikit menghapus keuntungan sebelumnya setelah menyentuh setinggi 104,49 yen. Mata uang AS berada di 104,17 yen pada akhir sesi Senin di New York, menurut data Marketwatch.

Greenback mengikuti kekuatan semalam pasca data manufaktur yang kuat, dan komentar dari pejabat Federal Reserve yang meningkatkan potensi pada suku bunga AS yang lebih tinggi.

Sentimen juga semakin jelas seiring saham Tokyo naik mengikuti sentiment penguatan di saham AS. Indeks Nikkei naik 0,8% dalam sesi perdagangan terakhir.

Namun, mata uang AS masih bergerak terbatas tepat di bawah 104,50 yen sepanjang sesi. “Semua orang berhati-hati,” seiring investor masih baru dari falloff cepat dolar sekitar dua minggu yang lalu, kata Yuzo Sakai, manajer FX di Tokyo Forex & Ueda Harlow, seperti yang dikutip dari Marketwatch.

Dolar telah mencapai tertinggi di 104,63 yen pada 13 Oktober, namun data perdagangan Cina yang mengecewakan hari itu membawa uptick dalam dolar berakhir dengan tiba-tiba. Investor beralih kembali ke mata uang safe haven Jepang pada kejatuhan lebih besar dari perkiraan di ekspor Cina, dan dolar dengan cepat melemah, turun lebih dari 1% pada hari itu.

“Saya pikir investor telah menemukan kesulitan untuk membeli pembalikan,” karena kurangnya isyarat perdagangan baru yang dibutuhkan untuk dolar guna menguji 105 yen, tambah Sakai.

Sebagai tambahan, penjualan pada pemulihan siap dimulai dari mereka termasuk eksportir Jepang, karena dolar sekarang mendekati ujung atas kisaran, ujar Sakai. Banyak yang mengekspektasi dolar kemungkinan akan berkisar antara 100 – 105 yen untuk sekarang.

Sementara itu, euro berpindah tangan pada $1,0881 dari $1,0882 di akhir sesi Senin di New York karena tekanan downside pada harapan Bank Sentral Eropa akan mengambil langkah-langkah untuk memperluas program pembelian aset yang sedang berlangsung.

Yen juga melemah terhadap euro dan mata uang lainnya di tengah membaiknya sentimen pasar. Euro naik ke 113,64 yen dari 113,39 yen. Dollar Index WSJ, yang mengukur dolar terhadap sejumlah mata uang utama, naik 0,03% pada 88,62.

Tak Banyak Katalis, Dolar Bergerak Turun

Dolar turun tipis di awal perdagangan Asia pada Rabu setelah data semalam memberikan gambaran beragam dari ekonomi AS, dengan pasangan mata uang utama terombang-ambing di kisaran sempit seiring pelaku pasar bersiap menjalani liburan.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, tertarik sedikit ke bawah ke 98,215 setelah menandai tiga sesi penurunan, bergerak lebih jauh dari tertinggi dua minggu di 99,294 yang dicapai pada Kamis pekan lalu.

Volume diharapkan menjadi relatif tipis, dengan pasar Tokyo tutup merayakan ulang tahun kaisar Jepang dan banyak investor sudah pergi untuk liburan Natal akhir pekan ini.

Penjualan kembali rumah di AS secara tak terduga jatuh 10,5% ke tingkat tahunan sebesar 4.76 juta unit pada November, penurunan tertajam sejak Juli 2010.

Data terpisah pada Selasa menunjukkan produk domestik bruto AS tumbuh pada 2,0% di laju tahunan pada kuartal ketiga, sedikit lebih lambat dari perkiraan awal yang dilaporkan bulan lalu, tapi masih lebih baik daripada 1,9% yang diperkirakan oleh para ekonom.

Di sisi baik, angka akhir kuartal ketiga dari inti PCE, ukuran inflasi inti dalam negeri AS yang juga mengukur inflasi yang disukai Fed, naik menjadi 1,4%, sedikit mengalahkan ekspektasi yang memperkirakan angka tak berubah di 1,3%.

Setelah kenaikan suku bunga Federal Reserve AS pekan lalu, fokus pasar kini beralih ke prospek kebijakan masa depannya. Sebuah jajak pendapat Reuters, pada Jumat memprediksi bank sentral AS akan menaikkan suku bunga lagi pada bulan Maret, tetapi mungkin bergerak lebih lambat setelah itu, dan kejutan data bearish cenderung menurunkan ekspektasi pengetatan.

Dolar turun sekitar 0,1% pada 121,01 yen, jauh di bawah tertinggi Jumat di 123,49 yen dan tidak jauh dari terendah satu minggu di 120,72 yang disentuh pada Selasa.

Euro turun tipis 0,1% menjadi 1,0951, memberikan kembali sebagian dari keuntungan yang dibuat pada shortcovering minggu ini meskipun ketidakpastian hasil pemilihan umum akhir pekan di Spanyol, menimbulkan hadangan atas masa depan reformasi ekonomi.

Dolar Australia bergerak turun ke 0,7229, bergerak kembali menuju terendah satu bulan di 0,7097 yang disentuh pada Kamis pekan lalu. Aussie turun lebih dari 11% untuk tahun ini, sebagian besar disebabkan oleh divergen pandangan suku bunga antara Amerika Serikat dan Australia.

Dolar Selandia Baru hampir datar di 0,6806.

Bursa Asia Naik Tipis

Bursa saham Asia naik tipis pada awal sesi Rabu setelah terjadinya rebound moderat di Wall Street, sementara dolar bergerak lebih rendah dan kemerosotan harga minyak berhenti walaupun hanya untuk satu hari.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang bergerak naik 0,2% ke level tertinggi dalam hampir dua minggu. Indeks utama Australia menguat 0,75%.

Likuiditas yang sudah dangkal terkuras lebih lanjut oleh tidak adanya pasar Tokyo untuk liburan, sementara pada Kamis sejumlah pasar global akan tutup atau berakhir lebih awal.

Sejumlah data juga cukup jarang untuk Asia, membuat investor menunggu dirilisnya angka-angka dari AS yang meliputi data pendapatan dan pengeluaran pribadi, inflasi dan pesanan barang tahan lama.

Investor ekuitas terdorong oleh kenaikan sesi kedua di Wall Street. Dow Jones mengakhiri Selasa naik hampir 1%, sedangkan S&P 500 naik 0,88% dan Nasdaq 0,65%.

Data ekonomi menunjukkan adanya sedikit revisi turun di pertumbuhan ekonomi AS menjadi 2,0% secara tahunan, tapi angka tersebut masih melebihi perkiraan dan permintaan konsumen bertahan dengan baik.

Dolar AS Lebih Rendah Terhadap Yen Jepang Pada Jumat

Dolar AS lebih rendah terhadap Yen Jepang pada Jumat.

USD/JPY diperdagangkan pada 100.91, turun 4.95% pada waktu penulisan.

Pasangan ini kemungkinan akan menemui support pada 99.03, hari ini’terendah dan resistance pada 106.84, Kamis’tertinggi.

Sementara itu, Dolar AS naik terhadap Euro dan Pound Inggris, dengan EUR/USD berkurang 3.24% mencapai 1.1014 dan GBP/USD menurun 10.45% ke 1.3323.

Futures Emas Lebih Tinggi Pada Masa Dagang Asia

Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia pada Jumat.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Agustus diperdagangkan pada USD1334.90 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 5.68%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD1362.45 per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD1252.95 dan resistance pada USD1362.45.

Indeks Dolar AS yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 3.53% dan diperdagangkan pada USD96.62.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Juli naik 2.60% dan diperdagangkan pada USD17.805 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Juli jatuh 3.70% dan diperdagangkan pada USD2.084 per pon.