Emas Stabil, Tapi Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga Muncul Kembali

(MentariMulia) Spot emas stabil pada hari Selasa setelah jatuh selama tiga hari, tapi melihat adanya risiko melemahnya secara lanjutan karena dolar naik tipis pada komentar seorang pejabat Federal Reserve bahwa kenaikan suku bunga AS berikutnya bisa datang secepat bulan depan.

Amerika Serikat mungkin setuju untuk kenaikan suku bunga segera setelah April, Presiden The Fed Atlanta Dennis Lockhart mengatakan pada hari Senin, tanda lain bahwa pembuat kebijakan dengan nyaman memungkinkan kebijakan moneter AS untuk menyimpang dari negara besar lainnya.

Prospek suku bunga yang lebih tinggi sudah membantu dolar untuk kembali dari level terendah selama lima bulan yang dicapai pada pekan lalu. Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang membayar dengan mata uang lainnya.

Spot emas naik sebesar 0,1% pada $ 1,245.40 per ons 12.30WIB. Harga menyentuh level terlemah dalam tiga sesi di $1,240.30 per ons pada Senin.

Spot emas saat ini berada pada kisaran harga $1,245 dibawah level resistance yang pertama pada harga $1,252.18, jika emas berhasil melewati level resistance yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $1,261.17.

Tetapi setelah salah satu pejabat The Fed memberikan komentar bahwa suku bunga akan segera naik pada bulan april hal ini akan memberikan dukungan terhadap dolar dan akan memberikan tekanan pada emas. Saat ini spot emas berada diatas level support yang pertama pada harga $1,237.63, jika emas berhasil melewati level support yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level support yang kedua pada harga $1,231.77.

Penjualan kembali rumah AS turun tajam pada bulan Februari sebuah tanda yang berpotensi mengganggu bagi ekonomi Amerika, yang telah dinyatakan tampaknya akan tahan terhadap perlambatan ekonomi global.

Saham Asia bergetar pada Selasa karena komentar hawkish dari pejabat Fed yang memicu ketidakpastian tentang niat pembuat kebijakan yang kurang dari seminggu setelah Ketua The Fed Janet Yellen telah ditetapkan berada pada jalur yang lebih hati-hati untuk kenaikan suku bunga tahun ini.