Emas Turun Seiring Saham dan Dolar Naik Jelang Pertemuan ECB

(MentariMulia) Emas merosot untuk hari ketiga pada hari Kamis, tergelincir lebih jauh dari level tertinggi 13 bulan yang dicapai pada pekan lalu, seiring saham Asia dan dolar AS bergerak naik pada ekspektasi Bank Sentral Eropa akan memberlakukan stimulus untuk meningkatkan ekonomi zona euro.

Spot emas turun sebesar 0,2% pada $1.250.10 per ons pukul 11.54WIB, menarik lebih jauh dari level puncak selama 13 bulan pada harga $1,279.60 yang dicapai pada 4 Maret.

Spot emas saat ini berada pada kisaran harga $1,249 berada diatas level support yang pertama pada harga $1,242.33, emas mendapatkan tekanan dikarenakan saham Asia dan juga dolar AS menguat pada ekspetasi bahwa Bank Sentral Eropa akan memberlakukan stimulus lanjutan dalam langkah untuk meningkatkan perekonomian zona euro. Apabila emas berhasil melewati level support yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak turun dan mendekati level support yang kedua pada harga $1,231.67.

Tetapi emas masih memiliki kemungkinan untuk menguat dikarenakan harapan bahwa Federal Reserve AS kemungkinan tidak akan meningkatkan suku bunga setelah pertemuan pembuat kebijakan yang akan diadakan pada pekan depan. Saat ini emas berada dibawah level resistance yang pertama pada harga $1,264.23, jika emas berhasil menguat dan melewati level resistance yang pertama maka emas memiliki kemungkinan untuk terus bergerak mendekati level resistance yang kedua pada harga $1,275.47.

Emas telah mendapat manfaat dari harapan yang rendah bahwa Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan pekan depan meskipun jumlah yang besar pada data ekonomi yang kuat termasuk laporan kerja melampaui perkiraan pada pekan lalu.

Hadangan dalam ekonomi global cenderung menghalangi pembuat kebijakan AS untuk meningkatkan suku bunga dengan segera setelah mereka meningkatkan pada bulan Desember karena bank sentral lain memudahkan kebijakan untuk meningkatkan perekonomian mereka yang tidak stabil, analis mengatakan hal tersebut.

Saham Asia naik tipis setelah Selandia Baru mengejutkan pasar dengan melakukan penurunan tingkat suku bunga, hal ini untuk menjaga investor agar tetap prima untuk stimulus lanjutan dari ECB di kemudian hari.

Kepemilikan di SPDR Gold Trust, exchange-traded fund emas terbesar di dunia, sedikit pulih ke angka 25.490.000 ons pada hari Rabu, tepat di bawah level tertinggi selama 18 bulan pada pekan lalu.