Hukum FOREX Menurut Perspektif Islam, Apakah Itu Halal Atau Haram

Mentari Mulia Berjangka. Hukum Forex Menurut Perspektif Islam, Apakah Itu Halal AtauHaram. Bisnis online telah banyak digandrungi masyarakat di Indonesia. Cara yang dirasa simple dan menguntungkan menjadi alasan banyak orang terjun di dunia bisnis online. Salah satu bisnis online yang tengah menjadi primadona yakni bisnis online Trading Forex. Akan tetapi pasti sering muncul pertanyaan di benak anda, “apakah bisnis trading forex ini halal ataukah malah haram? Keawaman mengenai ilmu pastinya membuat anda tidak langsung mengambil kesimpulan. Agar tidak terjadi kekeliruan maka sepatutnya menanyakan kepada orang yang paham. Bagi para pelaku online dapat langsung mencari infonya lewat Google saja. Umumnya prinsip bisnis trading forex dapat disamakan seperti jual beli emas pada saat zamab Rasulullah, dimana harus dilakukan secara tunai agar tidak ada riba.

Menurut Ibnu Mundhir berdasarkan salah satu hadist dari Rasulullah yang berbunyi seperti, “Emas hendaklah dibayar dengan emas, perak dengan perak, barli dengan barli, sya’ir dengan sya’ir(jenis gandum), kurma dengan kurma dan garam dengan garam dalam hal sejenis dan sama haruslah secara kontan(yadan biyadiin/naqdan). Maka apabila berbeda jenisnya, jual lah sekehendak kalian dengan syarat kontan.” (HR. Muslim). Bisns online broker tranding forex ini menurunya sama seperti jual beli emas layaknya mata uang tidak bisa ditukar dengan sejenisnya terkecuali jika nilainya setara. Jika tetap dilakukan maka akan menimbulkan potensi riba.

Ibnu Mundhir juga mengelompokan forex pada hukum islam mengenai perdagangan berjangka komoditi. Keabsahan transaksi atau perdagangan ini penentunya adalah dengan terpenuhinya berbagai rukun dan syarat. Rukun transaksi yang wajib ada yakni, ‘aqid atau orang yang akan melakukan transaksi. Kedua ma’qud ilaih atau barang komoditi berjangka panjang serta nilai tukarnya, dan yang terakhir sigjat a’qad atau kalimat transaksi ijab dan qabul. Syarat transaksinya harus jelas seperti mengenai ukuran, sifat, jenis, harga tukar, jangka penyerahan, serta tempat penyerahannya. Hal ini diperlukan agar tidak ada pihak yang dirugikan nantinya. Jadi transaksi harus tetap saling menguntungkan.

Nah, itulah ulasan mengenai hukum bisnis online trading forex. Kesimpulan dapat anda tafsirkan sesuai dengan pemahaman masing-masing, yang pasti ternyata ada hukum islam yang mengatur bisnis trading forex. Semoga informasi kali ini menambah wawasan dan bermanfaat.