Minyak Lepas Dari Terendah 11 Tahun

(MentariMulia) Minyak mentah Brent menyentuh level terendah 11 tahun pada hari Selasa, rebound sedikit setelah penutupan pasar, seiring outlook bearish untuk 2016 dan lemahnya keuntungan untuk produk minyak penyulingan terus membatas kenaikan.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Februari ditutup di $36,11 per barel, setelah sebelumnya menyentuh level $35,98, di bawah level terendah sebelas tahun.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berbalik ke premium dibanding Brent, ditutup di $36,14 per barel, naik 33 sen, atau 0,92%.

Kedua patokan tersebut melihat dorongan di akhir sesi setelah American Petroleum Institute, sebuah kelompok industri perdagangan, merilis data yang menunjukkan penurunan tak terduga dalam stok minyak. Minyak mentah AS naik menjadi $36,46, sementara Brent naik ke $36,38.

Data dari API mengindikasikan persediaan turun 3,6 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 18 Desember, dibandingkan dengan yang kenaikan yang diharapkan sebesar 1,1 juta barel.

Kelemahan pada Brent seiring WTI sedikit menguat membawa dua tolok ukur dalam paritas untuk pertama kalinya sejak Januari tahun ini.

Pelaku pasar menyesuaikan posisi menjelang periode tradisional likuiditas rendah antara Natal dan Tahun Baru dengan mereka menutup posisi short, memperkuat minyak mentah AS.

Sementara itu, Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, mengatakan telah menembak jatuh sebuah rudal balistik yang menuju kota Jizan, di mana kilang baru dan terminal minyak sedang dibangun. Saudi Aramco mengatakan semua fasilitas di daerah itu “dalam operasional yang aman dan normal.”

Kekhawatiran tentang pasokan minyak mentah global terus melampaui permintaan tahun depan diperkirakan akan membatasi kenaikan harga.

Analis Goldman mengatakan lebih tinggi dari yang diperkirakan 1,5 juta barel per hari ketidakseimbangan pasar global di kuartal ini kemungkinan akan meluas ke paruh pertama 2016 seiring cuaca lebih ringan dari biasanya membebani permintaan.

Cuaca memberikan elemen bearish lebih jauh dengan awal yang tak biasa ringan di musim dingin di belahan bumi utara melemahkan permintaan minyak pemanas.