Tak Banyak Katalis, Dolar Bergerak Turun

Dolar turun tipis di awal perdagangan Asia pada Rabu setelah data semalam memberikan gambaran beragam dari ekonomi AS, dengan pasangan mata uang utama terombang-ambing di kisaran sempit seiring pelaku pasar bersiap menjalani liburan.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, tertarik sedikit ke bawah ke 98,215 setelah menandai tiga sesi penurunan, bergerak lebih jauh dari tertinggi dua minggu di 99,294 yang dicapai pada Kamis pekan lalu.

Volume diharapkan menjadi relatif tipis, dengan pasar Tokyo tutup merayakan ulang tahun kaisar Jepang dan banyak investor sudah pergi untuk liburan Natal akhir pekan ini.

Penjualan kembali rumah di AS secara tak terduga jatuh 10,5% ke tingkat tahunan sebesar 4.76 juta unit pada November, penurunan tertajam sejak Juli 2010.

Data terpisah pada Selasa menunjukkan produk domestik bruto AS tumbuh pada 2,0% di laju tahunan pada kuartal ketiga, sedikit lebih lambat dari perkiraan awal yang dilaporkan bulan lalu, tapi masih lebih baik daripada 1,9% yang diperkirakan oleh para ekonom.

Di sisi baik, angka akhir kuartal ketiga dari inti PCE, ukuran inflasi inti dalam negeri AS yang juga mengukur inflasi yang disukai Fed, naik menjadi 1,4%, sedikit mengalahkan ekspektasi yang memperkirakan angka tak berubah di 1,3%.

Setelah kenaikan suku bunga Federal Reserve AS pekan lalu, fokus pasar kini beralih ke prospek kebijakan masa depannya. Sebuah jajak pendapat Reuters, pada Jumat memprediksi bank sentral AS akan menaikkan suku bunga lagi pada bulan Maret, tetapi mungkin bergerak lebih lambat setelah itu, dan kejutan data bearish cenderung menurunkan ekspektasi pengetatan.

Dolar turun sekitar 0,1% pada 121,01 yen, jauh di bawah tertinggi Jumat di 123,49 yen dan tidak jauh dari terendah satu minggu di 120,72 yang disentuh pada Selasa.

Euro turun tipis 0,1% menjadi 1,0951, memberikan kembali sebagian dari keuntungan yang dibuat pada shortcovering minggu ini meskipun ketidakpastian hasil pemilihan umum akhir pekan di Spanyol, menimbulkan hadangan atas masa depan reformasi ekonomi.

Dolar Australia bergerak turun ke 0,7229, bergerak kembali menuju terendah satu bulan di 0,7097 yang disentuh pada Kamis pekan lalu. Aussie turun lebih dari 11% untuk tahun ini, sebagian besar disebabkan oleh divergen pandangan suku bunga antara Amerika Serikat dan Australia.

Dolar Selandia Baru hampir datar di 0,6806.